Tips Terhindar Pilih Daging Gelongongan jelang Ramadhan

    Tips Terhindar Pilih Daging Gelongongan jelang Ramadhan
    Ilustrasi daging. (Foto: unsplash/ Usman Yousaf

    SURABAYA - Meningkatnya permintaan akan protein hewani saat bulan Ramadhan berakibat pada perubahan harga daging di pasaran karena minimnya stok. Tak sedikit oknum yang memanfaatkan itu dengan menjual daging sapi gelonggongan.

    Guru besar Kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Mustofa Helmi Effendi drh DTAPH, Senin (28/3/2022) menyebut penyediaan daging gelonggongan merupakan salah satu bentuk pelanggaran animal welfare. Jika tidak ada tindakan tegas, itu akan sangat merugikan masyarakat.

    Honda Civic FD 2009 Ganteng Poll
    market.biz.id Honda Civic FD 2009 Ganteng Poll
    Rp 125.000.000
    Beli sekarang!

    Dalam penggelonggongan daging, oknum akan memasukkan air sebanyak-banyaknya pada sapi hidup. Itu bermaksud untuk menambah berat daging saat penjualan. Hewan menjadi kesulitan berdiri secara normal.

    “Sapi dengan kondisi sulit berdiri akibat penekanan sistem otot hingga hanya bisa terbaring. Inilah yang menjadi alibi peternak untuk segera menyembelih hewannya, ” ujarnya.

    Ciri-Ciri Daging Gelonggongan

    Masyarakat dapat mengetahui ciri daging gelonggongan dengan melihatnya secara fisik.  Yakni, melalui rembesan air dari daging yang cukup banyak. Jika disentuh, tekstur daging terasa lebih lembek dan warnanya lebih pucat.

    URBANESIA.ID
    market.biz.id URBANESIA.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Biasanya dalam 1 kilogram daging sapi gelonggongan, terdapat kandungan 300 gram air di dalamnya. Hal ini sangat merugikan konsumen, ” ujar Prof Helmi.

    Beli Daging yang Aman

    Chicago Pizza
    market.biz.id Chicago Pizza
    1% Rp 9.500
    Beli sekarang!

    Prof Helmi juga memberikan tips membeli daging. Jika ingin membeli daging, masyarakat hendaknya memilih daging yang tergantung. 

    “Masyarakat harus mengetahui fungsi utama teknik hanging ( menggantung, Red). Dengan posisi daging tergantung, air akan keluar dari daging, ” katanya.

    “Tidak perlu pusing dan khawatir. Bila memang belum bisa membedakan secara langsung, beli di supermarket saja yang sudah terjamin kualitasnya. Namun, jika terpaksa membeli di pasar tradisional, masyarakat perlu menghindari pembelian daging yang diletakkan di meja, ” imbau Prof Helmi. 

    Prof. Dr. Mustofa Helmi Effendi, drh., DTAPH. saat memberikan orasi ilmiah pada pengukuhan guru besar. (Foto: Agus Irwanto).

    Dorong Peran Akademisi

    Daging gelonggongan merupakan bentuk cheating meat yang masuk dalam kategori tindak pidana. Pemerintah mesti menindak oknumnya secara hukum. Namun, hingga saat ini, masih ada kendala secara teknis terkait indikasi pasti dalam penggelonggongan sapi.

    WARTAJUSTISIA.COM
    market.biz.id WARTAJUSTISIA.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Ke depan perlu ada pelatihan pada peternak, dokter muda, bahkan masyarakat dalam mengidentifikasi kondisi sapi yang dilakukan penggelonggongan. Sehingga, akan ada indikator pasti yang dapat ditetapkan secara hukum sebagai tindak pidana upaya penggelonggongan sapi, ” ujarnya. 

    Stakeholder juga harus terus memberikan edukasi kepada masyarakat . Agar, mashyarakat dapat terhindar dari kerugian pembelian daging gelonggongan.

    “Tugas akademisi adalah harus melakukan sosialisasi melalui KEI, yakni komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat dalam mengetahui fungsi teknik hanging (penggantungan daging), ” tegasnya.

    Lebih lanjut, wakil dekan III FKH UNAIR itu berpesan masyarakat tidak takut dalam dan semakin cerdas membeli daging sapi. Sebab, jika masayarakat takut, khawatirnya akan semakin banyak peredaran daging gelonggongan di pasaran. 

    Penulis: Azhar Burhanuddin

    UPDATES.CO.ID
    market.biz.id UPDATES.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Editor: Feri Fenoria

    SURABAYA
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Cerita Unik Si Kembar yang Wisuda Bareng...

    Artikel Berikutnya

    ITS Terima 1.189 Calon Mahasiswa Lewat Jalur...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Arteri Day

    Arteri Day

    Postingan Bulan ini: 2

    Postingan Tahun ini: 4

    Registered: Jun 23, 2022

    Sumarno

    Sumarno verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jan 15, 2022

    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jan 16, 2022

    Aa Ruslan Sutisna

    Aa Ruslan Sutisna verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 4

    Registered: Jan 21, 2022

    Profle

    Arteri Day

    Bantu Sertifikasi Halal UMK Kecamatan Pujon
    Ekonom UNAIR Paparkan Dampak Inflasi AS pada Perekonomian Makro-Mikro Indonesia
    Inisiasi Kerja Sama UB dengan Densus 88 untuk Cegah Radikalisme
    Kolaborasi FISIP-TVRI Jawa Timur untuk Program Beranda Kampus 

    Rekomendasi

    Dies Natalis 65 FH UB, Hadirkan Penguatan Pendidikan Hukum demi Peningkatan Profesionalisme 
    Jaksa Agung RI Resmikan Rumah Restorative Justice di FH UNAIR
    Ekonom UNAIR : Kebijakan Lockdown di Berbagai Negara Menjadi Penyebab Kenaikan Inflasi AS
    Diskusi Kompetensi: Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
    5 Kontingen UB Siap Bertanding Dalam Ajang Kontes Robot Indonesia

    Ikuti Kami